-->
  • Jelajahi

    Copyright © Info Indonesia Maju
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Radio

    Hari Pers Nasional Tahun 2015 di Batam Kepulauan Riau Terkesan

    Andi Ahmad
    Selasa, 06 Desember 2022, Desember 06, 2022 WIB Last Updated 2025-01-24T15:51:55Z

    foto doc . Andi Ahmad bersama  Drs. Ibrahim Manisi  Ketua PWI Parepare- Barru  (2012- 2015 - 2019).




    Infoindomaju.com-BATAM KEPRI- Menghadiri  HPN. 2015 di Batam Bersama Rombongan Delegasi PWI Provinsi Sulawesi Selatan.

    HPN diperingati setiap tahun pada tanggal 9 Februari.
    Sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto.

    HPN ditetapkan berdasarkan usulan dari hasil Sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung, Jawa Barat, pada 19 Februari 1981. 

    Usulan Dewan Pers tersebut sebagai tindak lanjut dari cetusan kehendak masyarakat Pers Indonesia yang tercantum dalam satu butir keputusan Kongres ke-28 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Padang, Sumatera Barat, pada 1978.

    Mulai 2012, PWI merangkul semua komponen Pers untuk ikut ambil bagian dalam Peringatan Hari Pers Nasional (HPN).

    Karena, pada hakikatnya HPN milik semua Komponen Pers dan Masyarakat Luas, mengingat Pers ialah Pilar ke Empat dalam kehidupan Demokrasi di luar lembaga Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif.

    Komponen Pers bukan hanya kalangan Wartawan atau Jurnalis sebagai Pilar Utamanya melainkan juga pihak terkait, seperti ;

    Perusahaan Penerbitan Pers, Periklanan, Perhumasan, dan semua pihak yang Peduli terhadap Eksistensi Pers yang Merdeka.

     "Pers Sehat, Bangsa Hebat".



    Moment,  Hari Pers Nasional (HPN) 2015 di Batam Kepulauan Riau. 
    Berkunjung kedestinasi wisata Jembatan  BARELANG BRIDGE. Bertiga orang  Andi Ahmad bersama  Ibrahim Manisi juga ikut serta Abd Hamid wa Lande.

    Dulkin Sikki (Sekretaris) PWI Parepare Barru  rencana berangkat karena berhalangan tidak jadi  berangkat ke HPN di  Batam.


    Usai menghadiri Acara Puncak HPN. Rekan Wartawan dari PWI Provinsi Sulsel berkesempatan Tour Wisata ke Singapura dan saya sendiri dapat meluangkan waktu menyeberang ke SINGAPURA  dengan Kapal Ferry waktu tempuh 45 menit kalau  cuaca baik sudah sampai di dermaga Singapura. 



    kapal ferry  Batam  -  Singapure  super cepat kurang lebih 1 jam sudah tiba di Singapura, langsung diadakan  pemeriksaan.

    Super ketat, 2(dua) batang rokok Gudang Garam Surya dalam kantong  saku celana  disita diproses, dokumen barang bawaan dan  Paspor.
     

    Rokok ini  yang kena finalty Cukai Sigarete di Singapure.

    Selesai pemeriksaan lanjutkan  perjalanan, segera ambil  Taxi  ke Bandara CANGI Airport, lagi-lagi Airmineral AQUA tidak boleh dibawa masuk ke loby ruang  tunggu harus diminum habis atau dibuang dalam tong sampah yang sudah disiapkan depan pintu di awasi langsung Scuritynya.

    Sambil  menunggu  penerbangan Lion Singapura padahal pesawat sudah siap  take off ke Jakarta Indonesia. 
    Hampir ditinggal pesawat lagi. 

    Alhamdulilah, Sudah Selamat  Sampai di Indonesia Bandara internasional Soekarno Hatta.



    Penumpang pesawat dari Singapura Transit, ganti pesawat CitiLink untuk yang lanjutkan penerbangan ke Makassar Bandara Sultan Hasanuddin.
    Penerbangan  ditempuh 2 jam 
    Pesawat sudah landing, Syukur Alhamdulillah, SELAMAT tiba kembali di Makassar Sulawesi Selatan.

    Nunggu Mobil lanjutkan perjalanan pulang ke Parepare. 

    Sampai Jumpa  HPN Tahun berikutnya .

     " Tetap SEMANGAT "



    Beginilah kisah terkesan dalam  perjalanan seorang wartawan,  Jurnalis harus berani banyak pengalaman dan menambah wawasan dalam negeri sampai  mancanegara.
    Penguasaan berbahasa Asing juga perlu. Yes..,,No....Thank you.

    Karena tamu undangan di HPN banyak Jurnalis yang dari luar negeri antara lain dari  Belanda,  Inggeris, Jerman, Cina, Arab Saudi,  Korea, Jepang , Filipina,  dan  juga dari Timor portugis datang bersama mendampingi Pemimpin Negara dan Duta besarnya.

    Pada Acara HPN ribuan Wartawan 
    domestik yang hadir dari seluruh penjuru  Nusantara  Indonesia.  


    Batam (Antara Kepri) - Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2015 akan memamerkan perkembangan pers dengan menampilkan karya-karya jurnalistik dari masa kemasa dengan tema Peradaban Pers pada 5-9 Februari di Kepri Mal, Batam.

    "Kegiatan ini merupakan pemeran yang menampilkan hasil-hasil karya jurnalistik tertua di tanah air. Mulai dari media pertama sekali terbit di Indonesia hingga perkembangan dan kemajuan Pers saat ini," kata Penanggungjawab Acara, Rinaldy Samjaya di Batam, Minggu.

    Selain diikuti sejumlah perusahaan pers nasional, kata dia, akan diikuti semua Perusahaan Pers di Kepri seperti Batam Pos, Tribun Batam, Haluan Kepri, Pos Metro Batam, Tanjungpinang Pos, Batamtoday.com, Batam TV, RRI Batam, KPID Kepri.

    "Kegiatan tersebut juga akan diikuti oleh perwakilan dari Malaysia termasuk Kementerian Komunikasi dan Publikasi yang sudah datang ke Batam untuk menyampaikan keseriusannya," kata dia.
    Pihak Malaysia, kata dia, juga akan menampilkan ikon kartun Negeri Jiran tersebut Upin-Ipin untuk mengisi sejumlah acara dalam pameran.

    Sementara itu, kata dia, panitia HPN pusat akan menghadirkan Mata Najwa yang juga akan mengisi rangkaian kegiatan dalam pameran tersebut.

    "Kami sudah menggelar rapat finalisasi dengan panitia pusat. Akhirnya disepakati tempat di Kepri Mal yang berada di Batam Centre," kata Rinaldy.

    Panitia, kata dia, juga akan merangkai kegiatan tersebut dengan kegiatan sosial pemeriksaan gigi gratis bagi seluruh pengunjung, pemeriksaan gula darah, dan berbagai penyakit secara gratis, lomba menyikat gigi untuk anak-anak TK dan SD, lomba mewarnai.

    Agenda Hari Pers Nasional 2015 Provinsi Kepulauan Riau adalah Jalan Sehat, Jalan Sehat Napak Tilas Raja Ali Kelana pada 1 Februari yang akan digelar di Kota Batam dan Tanjungpinang dengan target 25 ribu peserta.

    Selanjutnya Pelatihan Jurnalisme Maritim pada 3 Februari bertempat di Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji.

    Pameran Pembangunan Kamis, 5-9 Februari 2015 di Tanjung Pinang, Konvensi Bahasa dan Budaya (Menjadikan Penyengat Sebagai Warisan Dunia) pada Jumat 6 Februari di Pulau Penyengat Tanjungpinang dengan peserta Masyarakat Pers, UNESCO, Pakar Bahasa, Masyarakat Melayu seluruh Dunia.

    Seminar Konstitusi MPR (6/2), Konvensi Media Massa  di Harmoni One Batam pada 7 Februari 2015, Bedah Buku HPN di Batam, Pertemuan Forum Pemred dan CAJ (8/2), di Batam, dengan peserta Anggota Forum Pempred, Pempred Malaysia, Menpen Malaysia, CAJ.

    Acara Komponen Pers (6/2) di Batam, SPS (7/2) di Harris Hotek Batam, Pesta Rakyat (7/2) di Engku Putri Batam Centre, Media Visit Peserta HPN (8/2) di Singapura, Puncak HPN (9/2) Harmoni One Batam.

    Presiden SBY bersama Ketua PWI Pusat Margiono memberi buku tentang dirinya kepada Gubernur Kepri H.M. Sani di Grand Hyatt Jakarta. (Foto: Istimewa).




    BATAMTODAY.COM, Jakarta - Logo Hari Pers Nasional (HPN) Kepri 2015 berbentuk Cogan diperkenalkan di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bersamaan dengan acara Silaturahim Pers Nasional dan Peluncuran Buku berjudul "SBY dan Kebebasan Pers : Testimoni Komunitas Media" di Hotel Grand Hyatt Jakarta, Jumat (5/9/2014).


    Momentum itu juga dimanfaatkan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, H. Margiono untuk menyampaikan secara terbuka kepada seluruh insan pers di Indonesia, bahwa hajatan HPN 2015 akan dilaksanakan di Batam Provinsi Kepri. 

    "Untuk itu, pada malam hari ini hadir Gubernur Provinsi Kepri," ujar Margiono.

    Ditambahkan Ketua Umum PWI Pusat itu lagi, penerbitan buku tentang SBY yang ditulis oleh 32 orang wartawan senior, akademisi dan tokoh pers dimaksudkan untuk memberikan kenang-kenangan untuk Presiden SBY. Juga, sebagai bentuk apresiasi kepada SBY karena selama 10 tahun ini telah membangun kebebasan pers di Indonesia. 


    "Tapi ya itulah namanya wartawan, di saat menulis buku sebagai kenang-kenangan, masih juga sempat-sempatnya mengkritik," papar Margiono.


    Sebelum diluncurkan, Ketua Dewan Pers, Bagir Manan menyampaikan testimoninya, selama pemerintahannya, Presiden SBY memberi ruang kemerdekaan bagi pers di Indonesia. Meskipun mendapat kritik yang bertubi-tubi, tapi SBY hanya sampai pada ungkapan,

    "kok saya diperlakukan tidak adil ya" itu saja. 

    Tidak pernah SBY maupun pemerintahnya melakukan perlawanan kepada pers yang mengkritiknya secara tajam. 

    "Inilah pilihan demokrasi, mengkritik dengan penuh respek dan menerima kritik dengan hati terbuka," tutur Bagir Manan.

    Sementara itu, Presiden SBY sesaat sebelum melaunching bukunya mengatakan, selama 10 tahun pemerintahannya yang akan berakhir tanggal 10 Oktober 2014 mendatang, selalu terbuka terhadap kritik pers. 

    Karena tanpa kritik dari pers, maka dirinya tidak akan bertahan selama 10 tahun memerintah. 

    Karena hubungan antara pers dan pemerintah dalam iklim demokrasi itu ibarat hate and love, benci tapi rindu.

    Itulah indahnya demokrasi," tegas SBY.

    Ditambahkan SBY, selama ini dirinya dan keluarga selalu menghadapi kritik itu dengan terbuka. Bahkan, terkadang Ibu Negara Ani Yudhoyono agak mengeluh, itu manusiawi, mengapa dirinya diperlakukan seperti oleh pers. 

    "Memang kehidupan seorang presiden tidaklah mudah.
    Saya berpesan,  kritiklah pemerintah tapi jangan dibenci, karena mereka ingin berbuat yang kebaikan bangsanya," paparnya.


    Seusai melaunching bukunya, Presiden SBY memberikan buku itu kepada Gubernur Kepri Muhammad Sani, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Komaruddin Hidayat dan Bos Artha Graha Tomy Winata. 

    Editor: Dodo

    HPN 2015 di Batam diisi tiga konvensi
    "Batam (ANTARA News) - Hari Pers Nasional di Kepulauan Riau 2015 akan diisi tiga konvensi yaitu Konvensi Bahasa, Konvensi Perbatasan dan Kemaritiman dan Konvensi Masyarakat Ekonomi ASEAN.


    "Tiga konvensi ini diharapkan dapat melahirkan ide-ide baru bagi bangsa," kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kepri Ramon Damora di Batam, Jumat.


    Ramon mengatakan sengaja memilih tema yang terkini dan bersinggungan dengan Kepri dalam tiga konvensi itu.

    Khusus untuk Konvensi Bahasa, HPN 2015 di Kepri ingin mengingatkan kembali asal usul Bahasa Indonesia kepada seluruh masyarakat Indonesia, yaitu dari Tanah Melayu.

    Bahasa Melayu yang kini menjadi bahasa persatuan Indonesia, berasal dari pulau kecil di Kota Tanjungpinang, Kepri, yaitu Pulau Penyengat."

    Bahasa Melayu memiliki tutur yang santun dan indah. 
    Sayang ketika menjadi Bahasa Indonesia, banyak kosa kata yang bergeser dan artinya menjadi berubah.

    "Seperti berbual. Di Bahasa Melayu artinya bercakap-cakap, tapi sama Jakarta artinya menjadi bohong," kata dia.


    Masalah Perbatasan dan Kemaritiman juga dipilih PWI untuk dijadikan tema konvensi, dihubungkan dengan letak geografis Kepri yang berbatasan dengan empat negara, yaitu Malaysia, Singapura, Vietnam dan Thailand.


    Kepri yang 94 persen wilayahnya perairan juga dianggap kompak dengan semangat Bahari yang digaungkan Presiden Joko Widodo.


    Dan Konvensi Masyarakat Ekonomi ASEAN diselenggarakan untuk mempersiapkan masyarakat menjelang pelaksanaan MEA pada 2015.


    Gubernur Kepri Muhammad Sani mengharapkan konvensi dapat menegaskan kembali asal mula Bahasa Indonesia, yaitu Pulau Penyengat di Tanjungpinang, Kepri.


    Dengan penegasan itu, maka diharapkan dapat menggenjot pariwisata Pulau Penyengat.

    "Tidak bahasanya saja, tapi pariwisatanya juga," kata dia.


    Konvensi-konvensi HPN juga diharapkan dapat mendorong penetapan Bahasa Melayu sebagai Bahasa Persatuan ASEAN.

    Selamat dan Sukses 
    HPN 2015 di Batam Kepri.
    Sampai Jumpa di HPN 2016 akan datang Tahun depan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Parepare

    +