Infoindomàju.com- BARRU – Tragedi memilukan terjadi di Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Seorang warga Lumpue, berinisial HS, (37) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergantung di kolong rumahnya pada Minggu 23 Maret 2025 siang.
Menurut keterangan orang tua korban, Amiruddin, HS sempat bertengkar dengan suaminya sebelum ditemukan meninggal dunia.
“Saya sempat dikabari kalau anak saya bertengkar di sana (di rumahnya),” ujar Amiruddin kepada wartawan.
Namun, tidak lama setelah itu, ipar korban mengabarkan bahwa HS telah meregang nyawa.
Amiruddin mengungkapkan rasa kecewanya terhadap suami korban yang melihat istrinya tergantung tetapi tidak segera melepaskan tali gantungannya.
“Sudah banyak orang di sini saat saya datang, dan saya sayangkan, suaminya melihat sendiri istrinya tergantung, tapi kenapa tidak dilepas tali gantungannya,” ujarnya.
Adik korban juga memberikan keterangan serupa. Ia menyebut bahwa istrinya sempat melaporkan niat HS untuk melakukan bunuh diri.
“Istri saya bilang kalau kakak HS akan bunuh diri,” paparnya.
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik kematian HS belum diketahui. Jenazah korban kini disemayamkan di rumah orang tuanya di Lumpue, Kota Parepare.
Aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta terkait insiden ini. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan hubungan interpersonal dalam keluarga.
Sangar memprihatinkan sudah 4 orang, jiwa melayang gantung diri di Wilayah Kabupaten Barru.(*).